Toko Kelontong Dijarah Saat Tawuran di Jakpus: Pemilik Rugi Puluhan Juta
Suasana sore di sebuah kawasan padat penduduk di Jakarta Pusat mendadak berubah mencekam ketika sekelompok remaja terlibat tawuran massal. Bukan hanya saling serang antar kelompok, aksi brutal itu juga berujung pada penjarahan sebuah toko kelontong milik warga, menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Tawuran Berubah Jadi Aksi Penjarahan
Menurut saksi mata di lokasi, bentrokan antar kelompok remaja tersebut terjadi secara tiba-tiba, tepat di depan toko kelontong yang sehari-hari ramai dikunjungi warga sekitar. Dalam kekacauan itu, beberapa pelaku masuk ke dalam toko dan mengambil barang-barang dagangan secara paksa.
“Awalnya mereka hanya saling lempar batu, tapi tiba-tiba sebagian dari mereka mendobrak masuk ke toko. Barang dagangan saya disapu habis, bahkan uang di laci kasir pun ikut raib,” ujar Pak Rizal, pemilik toko yang masih shock atas kejadian tersebut.
Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Dari pengakuan pemilik, barang-barang yang hilang termasuk rokok berbagai merek, sembako, minuman ringan, hingga perlengkapan rumah tangga. Beberapa etalase kaca pun pecah akibat lemparan batu dan pukulan benda tumpul.
“Kalau dihitung, kerugian saya bisa sampai 30 juta lebih. Ini bukan cuma soal barang hilang, tapi juga rusaknya usaha saya yang dibangun bertahun-tahun,” ungkap Pak Rizal dengan nada kecewa.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Buru Pelaku
Pihak kepolisian dari Polres Jakarta Pusat langsung turun tangan menangani kasus ini. Beberapa rekaman CCTV dari toko dan bangunan sekitar telah diamankan untuk mengidentifikasi pelaku penjarahan.
“Kami akan kejar dan tangkap semua pelaku, baik yang terlibat dalam tawuran maupun penjarahan. Tindakan ini tidak bisa ditoleransi,” ujar Kapolres Jakpus dalam keterangan pers.
Warga Resah dan Trauma
Kejadian ini menyisakan ketakutan di kalangan warga. Banyak yang mengaku waswas dan khawatir akan terjadi aksi serupa di masa mendatang. Beberapa toko di sekitar lokasi bahkan memilih tutup lebih awal sejak kejadian tersebut.
“Kami minta aparat meningkatkan patroli di wilayah kami, terutama sore dan malam hari,” pinta seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kejadian penjarahan toko kelontong saat tawuran ini menjadi cerminan nyata lemahnya kontrol sosial dan keamanan di tengah masyarakat urban. Lebih dari sekadar kerugian materi, insiden ini juga menorehkan trauma bagi pelaku usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Masyarakat berharap pihak berwenang bertindak tegas agar rasa aman bisa kembali pulih.